Revolusi meruntuhkan sistem nilai lama dan menyusun sistem nilai baru. Sedikit orang merenung dan mempertanyakan segala sesuatu dalam revolusi itu. Kebanyakan bertindak, larut tanpa bentuk di dalamnya dan mencari identitas yang terus terlepas. Kalaupun ada, salah satu pencari itu bernama Kusni Kasdut.
Semasa revolusi, Kusni ditugaskan melakukan hal-hal yang waktu itu dianggap perbuatan kepahlawanan. Akan tetapi selewat revolusi, perbuatan itu dinilai sebagai tindak pidana. Cerita demikian memang bisa didengar di mana pun, setelah revolusi selesai. Memang revolusi merupakan penjungkir-balikan segala nilai.
17 Mei 2011
04 Mei 2011
Menyikapi Politik Buruh
Oleh: Surya Tjandra
Pertemuan ini digagas Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan diselenggarakan bersama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Friedrich Ebert Stiftung Indonesia, dan the American Center for International Labor Solidarity, serta dihadiri oleh sekitar 50 aktivis dari sejumlah aktivis.
Seperti yang pernah diberitakan (Kompas, 23/11), pertemuan ini bertujuan membangun gerakan buruh yang
"Sebuah pertemuan bersejarah kaum buruh Indonesia bertajuk ‘Trade Unions Meeting for Political Consensus’ dilaksanakan di Sukabumi, 23-25 November 2009"
Pertemuan ini digagas Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan diselenggarakan bersama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Friedrich Ebert Stiftung Indonesia, dan the American Center for International Labor Solidarity, serta dihadiri oleh sekitar 50 aktivis dari sejumlah aktivis.
Seperti yang pernah diberitakan (Kompas, 23/11), pertemuan ini bertujuan membangun gerakan buruh yang
07 Januari 2011
Malari 1974 dan Sisi Gelap Sejarah
Kekerasan di Indonesia hanya dapat dialami dan dirasakan (akibatnya). Tetapi tidak untuk diungkap secara tuntas. Berita di koran hanya menyingkap fakta yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Untuk kasus 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dengan "Peristiwa Malari", tercatat sedikitnya 11 orang meninggal, 300 luka-luka, 775 orang ditahan. Sebanyak 807 mobil dan 187 sepeda motor dirusak/dibakar, 144 buah bangunan rusak berat. Sebanyak 160 kg emas hilang dari sejumlah toko perhiasan.03 Januari 2011
Kebudayaan Imperialis AS yang Harus Dijebol
Pidato Pramoedya Ananta Toer dalam acara resepsi penutupan sidang Pleno Lekra di Palembang. dimuat di Harian Rakjat, Minggu, 15 Maret 1964.
Para pembesar setempat dan kawan-kawan sekalian, ormas-ormas sekawan, dan simpatisan-simpatisan.
Apabila perhatian kita tujukan pada hiasan di samping kiri saya, dapat dibaca semboyan baru 'Jebol Kebudayaan Imperialis AS, Bangun Kebudayaan Nasional dengan Kobarkan Kebangkitan Tani.' Semboyan ini tidak lain dari garis baru yang merupakan sari keputusan Pleno PP Lekra di kota ini.
Mungkin ada yang bertanya, apa hubungannya penjebolan kebudayaan imperialis Amerika Serikat dengan pembangunan kebudayaan nasional, dengan Kebangkitan Tani? Katak-katak yang begitu aktif di musim hujan ini pun, bila bisa membaca, segera akan mengerti, bahwa tanpa menjebol kebudayaan imperialisme Amerika Serikat, tidak mungkin kita membangun kebudayaan nasional, tidak mungkin kita mengobarkan kebangkitan tani. Jadi, di dalam
Para pembesar setempat dan kawan-kawan sekalian, ormas-ormas sekawan, dan simpatisan-simpatisan.Apabila perhatian kita tujukan pada hiasan di samping kiri saya, dapat dibaca semboyan baru 'Jebol Kebudayaan Imperialis AS, Bangun Kebudayaan Nasional dengan Kobarkan Kebangkitan Tani.' Semboyan ini tidak lain dari garis baru yang merupakan sari keputusan Pleno PP Lekra di kota ini.
Mungkin ada yang bertanya, apa hubungannya penjebolan kebudayaan imperialis Amerika Serikat dengan pembangunan kebudayaan nasional, dengan Kebangkitan Tani? Katak-katak yang begitu aktif di musim hujan ini pun, bila bisa membaca, segera akan mengerti, bahwa tanpa menjebol kebudayaan imperialisme Amerika Serikat, tidak mungkin kita membangun kebudayaan nasional, tidak mungkin kita mengobarkan kebangkitan tani. Jadi, di dalam
09 November 2010
Redefinisi Pahlawan
Oleh: Asvi Warman
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni: 1) keberanian; 2) pengorbanan; 3) membela kebenaran. Sebelum atau sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dalam berhadapan dengan penjajah, definisi pahlawan itu lebih mudah dirumuskan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni: 1) keberanian; 2) pengorbanan; 3) membela kebenaran. Sebelum atau sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dalam berhadapan dengan penjajah, definisi pahlawan itu lebih mudah dirumuskan.
30 September 2010
Beberapa Pandangan tentang G 30 S/PKI
Oleh Asvi Warman Adam
Setelah era reformasi 1998, masyarakat Indonesia mengenal beberapa versi tentang dalang percobaan kudeta pada 1965. Pada masa Orde Baru, di sekolah hanya dikenal dan diajarkan versi tunggal bahwa PKI dalang peristiwa tersebut. Ini merupakan versi yang paling tua karena pembantu Soeharto seperti Yoga Sugama sejak 1 Oktober sudah menduga PKI di balik kudeta tersebut. Keyakinan itu sudah ada lebih dahulu walaupun upaya pembuktian baru dilakukan belakangan melalui Mahkamah Militer Luar Biasa.
Setelah era reformasi 1998, masyarakat Indonesia mengenal beberapa versi tentang dalang percobaan kudeta pada 1965. Pada masa Orde Baru, di sekolah hanya dikenal dan diajarkan versi tunggal bahwa PKI dalang peristiwa tersebut. Ini merupakan versi yang paling tua karena pembantu Soeharto seperti Yoga Sugama sejak 1 Oktober sudah menduga PKI di balik kudeta tersebut. Keyakinan itu sudah ada lebih dahulu walaupun upaya pembuktian baru dilakukan belakangan melalui Mahkamah Militer Luar Biasa.
28 September 2010
Ketika di Kudeta Tak Mau Melawan
18 September 2010
Permasalahan Budaya Massa dan Media Massa
Media massa seperti radio dan film mentransmisikan dan menanamkan ideologi resmi negara fasis karena dapat dikendalikan dari pusat dan dapat menyiarkan kepada penduduk secara umum. Ketiadaan organisasi-organisasi politik tandingan di dalam masyarakat totaliter hanya ditambahkan pada efesiensi persamaan ini: media massa menandingi propaganda massa dan menandingi represi massa. Keberadaan sarana-sarana yang sangat efektif dalam mencapai orang dalam jumlah besar di dalam masyarakat dengan sistem politik terpusat dan totaliter dipandang oleh orang banyak sebagai suatu cara lain, disertai paksaan untuk mengakarkan sistem semacam itu dan menghalangi berbagai alternatif demokratis.
21 Juni 2010
Kehidupan Soekarno di Bulan Juni: "Cermin Penghinaan Terhadap Seorang Founding Father"
“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” Soekarno, Menggali Api Pancasila.
Ada dua peristiwa sangat penting yang terjadi kehidupan Soekarno pada bulan Juni, tahun 1970. Sejarawan Prancis, Jacques Leclerc, mengatakan bahwa Soekarno telah “dibunuh dua kali” karena Hari Kelahiran Pancasila yang Soekarno bidanin pada 1 Juni 1945 dilarang oleh Orde Baru untuk diperingati. Pada tanggal 21, bulan Juni 1970 jugalah, Soekarno meninggal di “penjara” di Wisma Yaso, Jakarta dengan kondisi yang tak terawat (Asvi Warman Adam, Pancasila dan Soekarno). Larangan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila adalah pembunuhan pertama dan kematian Seokarno di Wisma Yaso adalah pembunuhan kedua.
23 April 2010
Pesta Kekayaan Alam Pasti Berakhir
Oleh: Amaryoto dan M. Syaifullah
Ketika pemerintah daerah berfoya-foya dengan sumber daya alam yang ada, pada saat yang sama mereka telah bunuh diri. Pemanfaatan yang seharusnya bijaksana telah dirusak kepentingan sesaat. Perluasan kebun sawit di beberapa daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan, pada satu sisi menguntungkan karena bisa meningkatkan ekspor. Namun, perluasan yang tidak terkendali telah merusak lingkungan.
Persoalan pertama yang muncul adalah adanya masalah dalam hal keanekaragaman hayati. Hingga kita belum mengetahui berbagai kekayaan dan manfaatnya, hutan telah raib berganti dengan kebun sawit yang mahaluas.
Ketika pemerintah daerah berfoya-foya dengan sumber daya alam yang ada, pada saat yang sama mereka telah bunuh diri. Pemanfaatan yang seharusnya bijaksana telah dirusak kepentingan sesaat. Perluasan kebun sawit di beberapa daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan, pada satu sisi menguntungkan karena bisa meningkatkan ekspor. Namun, perluasan yang tidak terkendali telah merusak lingkungan.Persoalan pertama yang muncul adalah adanya masalah dalam hal keanekaragaman hayati. Hingga kita belum mengetahui berbagai kekayaan dan manfaatnya, hutan telah raib berganti dengan kebun sawit yang mahaluas.
06 Maret 2010
Pintar, tetapi Tertutup
Oleh: Rhenald Kasali (Ketua Program Magister Manajemen, Universitas Indonesia)
Dalam buku Genom, yang ditulis Matt Ridley, ada nama Joe-Hin Tjio. Disebutkan, Joe, orang Indonesia, telah berperan penting dalam upaya manusia mengurai sandi-sandi yang tersimpan dalam DNA. Upaya yang dilakukan tahun 1955 itu telah menjembatani karya spektakuler Francis Crick dan James Watson (penemu teori DNA dalam genetika biologi) dengan turunannya, yaitu genetika perilaku. Bersama Albert Levan, Joe-Hin Tjio berhasil mengurai bahwa genetika manusia terdiri atas 23 pasal sel kromosom, bukan 24, seperti dimiliki spesies kera. Proses evolusi menggabungkan dua asang kromosom kera pada kromosom dua sehingga terwujud sosok manusia. Demikian dijelaskan pakar teori evolusi yang menyaksikan perbedaan para kromosom dua itu, yang tampak pada pola pita-pita hitam.
Dalam buku Genom, yang ditulis Matt Ridley, ada nama Joe-Hin Tjio. Disebutkan, Joe, orang Indonesia, telah berperan penting dalam upaya manusia mengurai sandi-sandi yang tersimpan dalam DNA. Upaya yang dilakukan tahun 1955 itu telah menjembatani karya spektakuler Francis Crick dan James Watson (penemu teori DNA dalam genetika biologi) dengan turunannya, yaitu genetika perilaku. Bersama Albert Levan, Joe-Hin Tjio berhasil mengurai bahwa genetika manusia terdiri atas 23 pasal sel kromosom, bukan 24, seperti dimiliki spesies kera. Proses evolusi menggabungkan dua asang kromosom kera pada kromosom dua sehingga terwujud sosok manusia. Demikian dijelaskan pakar teori evolusi yang menyaksikan perbedaan para kromosom dua itu, yang tampak pada pola pita-pita hitam.
06 Februari 2010
16 Desember 2009
Skenario AS Musnahkan Nuklir Pakistan
Pakistan sebagai kekuatan nuklir di Asia Selatan sering menjadi sumber kecemasan berbagai pihak. Pasalnya, sejak berdiri tahun 1947, Pakistan memiliki tradisi politik dan keamanan yang labil.
Sempat muncul kekhawatiran yang sangat kuat selama ini bahwa senjata nuklir Pakistan bisa setiap saat jatuh ke tangan kelompok radikal yang kini sedang terlibat dalam perang terbuka dengan militer Pakistan di Waziristan, Lembah Swat, Provinsi Barat Laut (NWFP), bahkan di seantero negeri itu.
Akan tetapi, wawancara khusus pemimpin redaksi harian Pakistan, Al-Ummah, Shiren Mezari, dengan harian terkemuka Mesir, Al Ahram, beberapa pekan lalu mengungkapkan, bahaya sesungguhnya bukan datang dari kelompok radikal, tetapi justru dari Amerika Serikat.
Sempat muncul kekhawatiran yang sangat kuat selama ini bahwa senjata nuklir Pakistan bisa setiap saat jatuh ke tangan kelompok radikal yang kini sedang terlibat dalam perang terbuka dengan militer Pakistan di Waziristan, Lembah Swat, Provinsi Barat Laut (NWFP), bahkan di seantero negeri itu.
Akan tetapi, wawancara khusus pemimpin redaksi harian Pakistan, Al-Ummah, Shiren Mezari, dengan harian terkemuka Mesir, Al Ahram, beberapa pekan lalu mengungkapkan, bahaya sesungguhnya bukan datang dari kelompok radikal, tetapi justru dari Amerika Serikat.
22 September 2009
Langganan:
Postingan (Atom)



