Laman

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

02 Mei 2015

Sejarah Onderwijs (Pengajaran) Kolonial

STOVIA (Sekolah Kedokteran) Batavia (1899-1920)
(Foto: http://bimbimblues.blogspot.com)
Jika kita hendak membicarakan soal pengajaran (onderwijs) di Tanah Air kita ini—di suatu negeri yang terjajah—kita harus mengadakan perbedaan dan perbandingan antara pengajaran di suatu negeri yang merdeka dan yang tak merdeka. Pengajaran kolonial berlainan sekali dengan pengajaran di negeri-negeri yang merdeka, di mana pengajaran semata-mata dipergunakan untuk kemajuan tanah air dan bangsanya. Di negeri yang merdeka, soal onderwijs mendapat perhatian yang penuh dari pemerintah; dan Belanda sendiri di tahun 1900 mengadakan undang-undang yang dinamai “Leerplichswet” (undang-undang wajib belajar), yang memaksa orang-orang di sana untuk bersekolah. Orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya, akan didenda.

21 April 2015

Jeparanya Kartini

Tiga saudara Kartini, Kardinah dan Roekmini.
Foto: KITLV Museum Belanda
Jepara adalah sebuah tempat yang dimasa jauh begitu masyhur[1], sebuah pelabuhan terbaik Kerajaan Demak. Pelabuhan ini menjadi pusat pengiriman bahan makanan bagi daerah Maluku, Malaka, dan Jawa Barat.

Daerah ini, mula-mula dikenal oleh sejarah pada abad ke-8 Masehi. Di sinilah berdiri kerajaan Kalingga, yang diperintah oleh Ratu Shima. Sedang Ratu ini sendiri sangat terkenal karena kerasnya memegang keadilan dan kebenaran. Menurut sumber-sumber Tionghoa, salah seorang puteranya, karena tersenggol sebuah benda berharga di tengah jalan, yang tidak jelas siapa yang punya, harus menjalani hukuman potong anggota badan yang tersenggol.

20 April 2015

Perintis Perjoangan Nasionalisme Asia-Afrika adalah Republik Proklamasi Kita

Suasana Konferensi Asia-Afrika tahun 1955
Foto: kaskus

“Seluruh dunia kini telah mengakui satu kekuatan nyata dalam bidang politik, ekonomi dan kebudayaan. Untuk itu, setelah Perang Dunia ke-II, Nasionalisme Asia-Afrika menuntut adanya masyarakat-baru, lepas dari semua bentuk Kolonialisme dan Imperialisme Internasional.”

Nasionalisme Dalam Abad ke-20
Menarik sekali pidato yang disampaikan Presiden Soekarno dalam Majelis Umum PBB, dimana beliau menyampaikan peranan nasionalisme dalam abad ke-20, bahwa ahli filsafat termasyur Inggris, Betrand Russel telah ‘mewartakan’ sebuah aliran utama di dunia, selain Declaration of Independence dan Manifesto Komunis, ialah Nasionalisme Indonesia yang terkenal dengan julukan filsafat-nasional Pantja Sila.

24 Maret 2014

Mengenang Bandung Lautan Api


Sekilas Sejarah Peristiwa Perjuangan Bandung Lautan Api
Karya: Drs. HME. Karmas
Kota Bandung menjadi sunyi karena seluruh Bandung bagian selatan, sebagian di daerah Bandung Utara, tinggal puing-puing bagaikan patung-patung  berhala. Dari Cimahi di sebelah Barat berbanjar hingga di Ujung Berung di sebelah Timur, dari pusat kota Bandung hingga ke Dayeuhkolot di sebelah Selatan menjelma sisa-sisa lautan api.

11 Maret 2014

Supersemar: Kudeta Merangkak MPRS

Oleh Asvi Warman Adam (Sejarawan, Peneliti Utama LIPI)


Dua versi isi Surat Perintah 11 Maret 1966
Ada berbagai cara melihat dan menganalisis Supersemar (Surat Perintah 11 Maret). Salah satunya dengan menggunakan teori "kudeta merangkak". Kudeta merangkak adalah rangkaian kegiatan untuk mengambil kursi kepresidenan secara bertahap sejak 1 Oktober 1965 sampai 1966 (keluarnya Supersemar) atau 1967 (pejabat presiden) atau 1968 (menjadi presiden).

Pandangan ini merupakan analisis post factum yang dikeluarkan setelah peristiwa itu terjadi. Dengan melihat rangkaian kejadian tersebut, ditarik kesimpulan. Jadi, bukanlah sesuatu yang direncanakan secara mendetail dari awal sampai akhir.

09 Maret 2014

Wage Rudolf Soepratman


W.R. Supratman dan lyric lagu Indonesia Raya
Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Republik Indonesia. Lagu ini pertama kali diperkenalkan oleh komponisnya, Wage Rudolf Soepratman, pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia. Lagu ini menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu "Indonesia" sebagai penerus Hindia Belanda, daripada dipecah menjadi beberapa koloni.

08 Maret 2014

Mengapa[1]

Tjipto Mangoenkoesoemo
Tawaran yang disampaikan kepada saya oleh majalah organisasi para pemuda untuk menyampaikan sepatah dua patah kata mengenai jalan penghidupan perhimpunannya, saya kira tidak boleh saya tolak. Tidak boleh, oleh karena bagi para pemuda yang masih berpijak pada perasaan dan dalam hidupnya hanya melihat bagian yang indah-indah saja, mungkin adanya kesediaan dan kegembiraan untuk berkorban mengharapkan pekerjaan yang lebih baik lagi hasilnya daripada yang diperoleh oleh kita orang tua-tua, akan tetapi sebaliknya kaum muda lebih peka dalam satu hal: semakin gembira dan giat mereka melaksanakan tugas yang telah mereka lakukan atas pilihannya sendiri, semakin cepat pula mereka menjadi putus asa. Oleh karena perasaan mereka masih harus berkembang menjadi satu keyakinan, dan keyakinan itu kelak akan menjadi tindakan. Dan selama masa perkembangan, koreksi terhadap diri-sendiri turut berkembang pula, mereka senantiasa berfikir apakah mereka benar-benar sudah berada di jalan yang benar; mereka senantiasa mempersoalkan apakah mereka tidak salah memilih jalan yang salah. Satu kali saja kecewa, habislah riwayatnya, dan bila keadaannya menjadi lebih baik, ia menjadi hilang semangat dan tidak mau bangkit lagi atau sebaliknya (ini secara ekstrim), ia menjadi musuh bebuyutan dari apa yang kemarin dianggap sebagai jalan keluar dalam teka-teki sedunia yang paling baik. Itulah sebabnya mengapa anak-anak muda yang itu juga minta kepada kita orang-orang tua yang memiliki suatu pandangan keduniawian dan pandangan hidup yang telah mantap oleh karena mereka sangat membutuhkannya sebagaimana mereka membutuhkan nasi sehari-hari. Saya ulangi mereka membutuhkan dukungan, dukungan moral, dan sekali-kali bukan pimpinan. Oleh karena yang masih muda-muda ini pun harus tumbuh lebih lanjut menjadi orang-orang dewasa, seperti juga kita harus tumbuh menjadi orang-orang yang lebih baik lagi, sehingga mereka mempunyai perasaan untuk berdiri sendiri dengan lebih mudah dan dapat berkembang daripada kita di masa yang silam.

06 Maret 2014

Dimensi Internasional Supersemar

Supersemar dalam dua versi
Pembicaraan tentang Surat Perintah 11 Maret 1966 umumnya menyangkut naskah asli dokumen tersebut atau tentang cara pemerolehannya yang tak biasa. Arsip Supersemar yang otentik belum ditemukan sampai sekarang dan dipercayai bahwa perintah itu diberikan bukanlah atas prakarsa Presiden Soekarno (Bung Karno), melainkan atas tekanan terhadap Bung Karno.

28 Februari 2014

Jejak Wallace di Ternate

Pada Febuari 1858 itu, Alfred Russel Wallace tergeletak di kamar tidurnya, terserang demam, kemungkinan karena malaria. Dari kamarnya di sebuah rumah di Ternate, Maluku Utara, yang disebutkannya tak jauh dari pasar dan benteng, dia menulis surat kepada Charles Darwin. Saat itu, Darwin berada nun jauh di Kepulauan Galapagos.

"Surat dari Ternate" inilah yang kemudian menjadi tonggak penting bagi Darwin untuk menerbitkan bukunya, Origin of Species, pada 1859. Buku ini berisi proses seleksi alam yang memicu evolusi. Dari sini, Darwin dikenal sebagai Bapak Evolusi.

Surat yang dikirim Wallace itu memberi jawaban bagi Darwin tentang fenomena keberagaman hayati: the fittest would survive (individu inferior akan mati dan individu superior akan bertahan).

02 Oktober 2013

Gerakan 30 September

PKI Tidak Terlibat
Lambang Partai Komunis Indonesia
Di depan wartawan Tempo bertanggal 16 April 2000, Latief, pelaku sekaligus kunci dalam Gerakan 30 September menjelaskan bahwa, ide menghadapkan para Jenderal (Yani dkk.) adalah dari inisiatif kami (Latief, Untung, Soepardjo, dan Soeyono), bukan ide dari PKI; tidak benar kami diperintah PKI; jika ada informasi bahwa kami diperintah PKI itu adalah informasi yang dibuat Soeharto untuk menutupi tindakannya. Pendapat ini dapat diterima oleh akal sehat, karena program Partai Komunis untuk berkuasa pada umumnya adalah revolusi, seperti yang dilakukan di Rusia, China, Cuba, dll., bukan melalui kup. Khusus di Indonesia, program PKI adalah mencapai demokrasi rakyat melalui jalan demokratis dan parlementer seperti yang ditetapkan pada Kongres Nasionak Ke V tahun 1954. Di samping itu kecil sekali kemungkinannya PKI melakukan kup terhadap Presiden Soekarno, karena Presiden Soekarno menjamin hak hidup PKI dengan konsep NASAKOM.

06 Juni 2013

Kewadjiban Kaoem Intelectueel*


Oleh: Ir. Soekarno
Sari pidato dalam openbare vergadering P.N.I. Bandoeng dan Jacatra.

Lebih doeloe spreker menerangkan, bahwa adanja ia membitjarakan soal “kewadjiban kaoem intelectueel terhadap kepada pergerakan Ra’jat”, ialah oleh karena banjak kaoem intelectueel itoe sama mendjadi ketakoetan oleh adanja atoeran-atoeran kaoem sana jang kini mendjadi sengit sekali.

14 Januari 2013

Sultan Baabullah Mengusir Portugis

Dinamika perjuangan para sultan/kolano penguasa rempah-rempah Maluku dapat diketahui lewat fakta sejarah nasional maupun internasional. Portugis dan Spanyol, dengan intimidasi dan teror selain monopoli perdagangan, juga berupaya memusnahkan rempah-rempah daerah itu. Dan yang terpenting dari semuanya mereka ingin mencengkeramkan kuku penjajahannya sebagai coquisyador (perampasan negeri). Yang lebih mengharukan lagi adalah "inkuisisi" yang menyedihkan terjadi bagi rakyat Maluku termasuk keluarga kerajaan. Dengan pedang terhunus bangsa Portugis berusaha menukar keyakinan agama Islam dengan agama Roma Katolik Eropa. Peristiwa ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Ratu Nukila memegang tampuk pemerintahan sekaligus memaklumkan perang terhadap bangsa Portugis karena telah terlihat mereka mulai mencampuri urusan istana.

27 November 2012

(Degradasi) Siti Nurbaya dan Masyarakat Tidak Gemar Membaca

Oleh: Harris Efendi Thahar (Penulis Cerpen dan Guru Bahasa dan Sastra Indonesia)

Penduduk Kota Padang menyebut bukti kecil yang menjorok ke laut persis di muara sungai itu Gunung Padang. Ketinggian bukit hanya sekitar 200 meter dari permukaan laut, tidak pantas disebut gunung. Sejak zaman kolonial, bukti tersebut juga berfungsi sebagai areal perkuburan masyarakat yang tinggal di sekitar muara sungai hingga ditutup 1990-an, setelah ada larangan dari Pemerintah Kota Padang. Kini Gunung Padang diyakini banyak orang sebagai tempat berkuburnya Sitti Nurbaya, tokoh cerita novel karya Marah Rusli.

07 Oktober 2012

Haji Merah Dari Kauman

Jangan Jadi “Islam Lamisan”
H. Misbach
dalam Medan Moeslimin
      “Misbach seperti harimau di dalam kalangannya binatang-binatang kecil. Dia tidak takut mencela kelakuan orang-orang yang mengaku Islam tetapi selalu menghisap darah teman sendiri,” salut Mas Marco Kartodikromo mengenang sahabatnya itu.
      Misbach memang eksentrik, sama seperti Marco. Mereka berdua sudah sehati semenjak paruh pertama abad pergerakan nasional.
      Sewaktu Marco mendirikan Inlandsche JournalistenBond (IJB), serikat wartawan pertama di Indonesia, pada awal 1914, Misbach dengan penuh kesadaran segera bergabung sebagai angkatan pertama. Simak penuturan Marco mengenai hal ini:

10 September 2012

Pancasila - Indonesia

Dasar dan Falsafah Bangsa Indonesia
             Dalam film A Beautiful Mind yang mengisahkan pemenang Nobel bidang matematika, John Nash, ada adegan John Nash dan pacarnya di taman pada malam pesta. John Nash memandang ke langit malam yang bertaburan bintang, dan meminta kepada pacarnya untuk menyebutkan benda yang diinginkannya. Pacarnya menyebut “payung”, dan John Nash menuntut tangan pacarnya menunjuk ke langit dan memilih bintang-bintang taburan tersebut sebagai gambar payung.

              Dua kekasih itu kemudian penuh tawa dan canda menyebutkan benda-benda lain, yang ternyata dapat ditemukan di taburan bintang-bintang malam. Langit malam menyediakan berbagai bentuk gambar yang kita inginkan asal kita jeli membangun hubungan-hubungan antar bintang-bintang tersebut.

17 Desember 2011

Matinya Mahasiswa Pendemo


Seorang filsuf Yunani pernah menulis,
nasib terbaik adalah tidak dilahirkan,
yang kedua dilahirkan tapi mati muda,
dan yang tersial adalah umur tua.
Rasa-rasanya memang begitu.
Bahagialah mereka yang mati muda.

Itulah sepenggal catatan Soe HokGie, tokoh mahasiswa dan pemuda aktivis yang meninggal dunia saat baru berumur 27 tahun kurang sehari di puncak Gunung Semeru bersama Idhan Dhanvantari Lubis yang baru 20 tahun.

07 Januari 2011

Malari 1974 dan Sisi Gelap Sejarah

Kekerasan di Indonesia hanya dapat dialami dan dirasakan (akibatnya). Tetapi tidak untuk diungkap secara tuntas. Berita di koran hanya menyingkap fakta yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Untuk kasus 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dengan "Peristiwa Malari", tercatat sedikitnya 11 orang meninggal, 300 luka-luka, 775 orang ditahan. Sebanyak 807 mobil dan 187 sepeda motor dirusak/dibakar, 144 buah bangunan rusak berat. Sebanyak 160 kg emas hilang dari sejumlah toko perhiasan.

09 November 2010

Redefinisi Pahlawan

Oleh: Asvi Warman

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni: 1) keberanian; 2) pengorbanan; 3) membela kebenaran. Sebelum atau sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dalam berhadapan dengan penjajah, definisi pahlawan itu lebih mudah dirumuskan.

30 September 2010

Beberapa Pandangan tentang G 30 S/PKI

Oleh Asvi Warman Adam

Setelah era reformasi 1998, masyarakat Indonesia mengenal beberapa versi tentang dalang percobaan kudeta pada 1965. Pada masa Orde Baru, di sekolah hanya dikenal dan diajarkan versi tunggal bahwa PKI dalang peristiwa tersebut. Ini merupakan versi yang paling tua karena pembantu Soeharto seperti Yoga Sugama sejak 1 Oktober sudah menduga PKI di balik kudeta tersebut. Keyakinan itu sudah ada lebih dahulu walaupun upaya pembuktian baru dilakukan belakangan melalui Mahkamah Militer Luar Biasa.

28 September 2010

Ketika di Kudeta Tak Mau Melawan

Konflik elit telah bergeser menjadi konflik horisontal, yang kemunculannya seperti diatur bersamaan konflik etnik dan tuntutan disintegrasi. Dalam carut marut seperti inilah, ajaran Bung Karno diharapkan bisa merajut kembali kesadaran berbangsa yang terkoyak.