Laman

09 Desember 2008

Tokoh, Pejuang dan Pahlawan

Gadjah Mada, dengan Sumpah Palapanya.
Raja Sriwijaya.
1670 - Sultan Hasanudin, melawan penjajah yang akhirnya ditundukkan dan meninggal.

1692 - Sultan Ageng Tirtayasa, berpulang dalam penjara di Batavia.

1699 - Syekh Yusuf dari Goa, Sulawesi Selatan. Di buang ke Afrika Selatan dan meninggal di sana.
1706 - Untuk Suropati, dikalahkan musuh di Bangil-Pasuruan, terluka berat dan meninggal.
1784 - Raja Haji dari Riau, tertembak dalam pertempuran di Teluk Ketapang.
1817 - Kapitan Pattimura, dihukum gantung di depan Benteng Victoria, Ambon.
1818 - Martha Christina Tiahahu, ditangkap Belanda dan dibawa ke Pulau Jawa, dalam perjalanan dia meninggal, jenazahnya dilempar ke Laut Maluku, antara Pulau Buru dan Pulau Tiga.
1849 - Paku Buwono VI, meninggal dalam pengasingan di Ambon.
Imam Bonjol dan Diponegoro, kalah serta dibuang ke Sulawesi.
Nyi Ageng Serang, berjuang bersama Diponegoro ditandu dalam perang.
Ketut Jelantik, gugur dalam pertempuran melawan Belanda di sekitar Karang Asem.
1852 - Sultan Badaruddin II dari Palembang, meninggal dalam pembuangan di Ternate.
1856 - Raden Inten (Lampung), disergap Belanda yang menjanjikan perundingan, tewas dalam perlawanan yang tidak berimbang.
Cut Nyak Dien, diasingkan di Sumedang.
1891 - Tengku Cik Di Tiro, meninggal karena di racun.
1899 - Teuku Umar, gugur dalam pertempuran di Meulaboh.
1907 - Si Singamangaraja, tewas ketika melawan Belanda.
1910 - Cut Meuthia, tertembak di Pasai.
1941 - M.H. Thamrin, meninggal dalam status tahanan rumah.
1944 - KH. Zaenal Mustofa dari Singaparna, Jawa Barat, melawan Jepang dan dijatuhi hukuman mati.
1945 - Menteri Negara Otto Iskandar Di Nata, 'orang hilang' pertama dalam sejarah Republik Indonesia. Diduga terjadi pada Desember 1945, 14 tahun kemudian disidangkan.
1946 - Ngurah Rai, gugur dalam pertempuran di Bali.
Tengku Amir Hamzah, raja penyair Pujangga Baru dan asisten residen di Langkat. Korban Revolusi Sosial di Sumatera Timur.
KH. Mas Mansur, meninggal dalam penjara Kalisosok, Surabaya.
1948 - Gubernur Jawa Timur
R.M. Suryo, terbunuh pada bulan September, di Ngawi.
Dr. Muwardi, tewas dalam kemelut politik semasa revolusi di daerah Solo.
1949 - Dr. Ratulangie, wafat dalam tawanan Sekutu.
Menteri Pembangunan dan Pemuda, Supeno. Ditembak mati oleh Belanda di Nganjuk,
Jawa Timur.
Wolter Mongonsidi, menjalani eksekusi. Meninggalkan catatan di secarik kertas, "setia hingga akhir dalam keyakinan".
Frederick Lasut, ditembak mati oleh Polisi Militer Belanda di Pakem, Yogyakarta.
Mayor John Lie (etnis Tionghoa), berjuang menembus blokade musuh demi eksitensi republik pada tahun 1945-1950.
1953 - Wahid Hasyim (ayah Gus Dur), meninggal dalam kecelakaan mobil di Cimahi.
1962 - Jos Sudarso, tewas di Laut Aru bersama tenggelamnya Kapal Macan Tutul. Saat perjuangan membebaskan Irian Barat.
Adisucipto, Abdulrahman Saleh, Iswahyudi, dan Halim Perdanakusumah, perwira Angkatan Udara tewas karena pesawatnya jatuh atau ditembak musuh.
Tan Malaka dan Supriyadi, tidak diketahui dimana kuburannya.
1965 - Enam Jenderal dan empat Perwira, terbunuh oleh militer dalam percobaan Kudeta yang terjadi pada 1 Oktober (GESTOK).
1966 - Sutan Sjahrir, ditahan sekian lama di penjara dalam keadaan lumpuh dan dikirim berobat ke Swiss. Namun, keadaannya tidak tertolong lagi.
6 Oktober, Martadinata, tewas dalam kecelakaan helikopter di Riung Gunung, Puncak, Jawa Barat.
1968 - Dua Marinir digantung di Singapura pada 17 Oktober. Meskipun pemerintah Indonesia sudah meminta keringanan hukuman karena keduanya tertangkap ketika melakukan tugas negara sewaktu konfrontasi, pejabat Singapura tidak menggubris.
1970 - Last but not least, Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama RI. Dalam status 'tahanan rumah' rezim Orde Baru, meninggal pada bulan Juni.
Sjafrudin Prawiranegara, selain Ketua PDRI juga pernah menjabat sebagai Presiden RI sewaktu menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat. Begitu pula Assa'at.2004 - Munir, Aktivis HAM, diracun ketika perjalanan Singapura-Amsterdam. Belum diketahui sampai sekarang siapa yang meracuni, diduga ada oknum-oknum tertentu yang memang ingin menyingkirkannya.

Sumber: Jawa Pos, Surya, wikipedia

2 komentar:

  1. indonesia memiliki banyak pahlawan yang sejarahnya tak boleh kita lupakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul...
      Dengan mengingat sejarah kita telah merawat ingatan...

      Hapus